Jumat, 28 Agustus 2015

DETECTION AND CIRCULATION OF HEPATITS B VIRUS IMMUNE ESCAPE MUTANTS AMONG ASYMPTOMATIC COMMUNITY DWELLERS IN IBADAN, SOUTHWESTERN NIGERIA.

Highlights

  • •We confirmed presence of HBV IEM in Ibadan, Southwest Nigeria.
  • •It shows for the first time that HBV IEMs are circulating in the region.
  • •It also confirms the inclusion of Nigeria in the genotype E crescent.
  • •Need for multiple HBV classification algorithms for isolates typing was confirmed.
  • •HBV DNA detection alone is not sufficient for diagnosis.

Abstract

Background

In 2012, the first Nigerian Hepatitis B Virus (HBV) immune escape mutant (IEM) case was detected in a pregnant woman in southwestern Nigeria. Consequently, this study was designed to investigate the presence and possible circulation of IEMs amongst asymptomatic community dwellers in southwestern Nigeria.

Methods

Blood specimens collected from 438 asymptomatic community dwellers were screened for HBsAg using ELISA technique. Subsequently, the S-gene was amplified in HBsAg positive samples by a nested PCR protocol, and amplicons sequenced. Isolates were then subtyped by amino acid residues at positions 122, 127, 134 and 160, and genotyped by phylogenetic analysis.

Results

Of the 31 (7.08%) samples positive for HBsAg, the ∼408 bp Sgene fragment was successfully amplified and sequenced in 27. Samples obtained from 4 patients could not be amplified due to low titres. Sequence data from only 15 of the isolates could be analysed further as eight of the remaining 12 had multiple peaks while the rest three showed no similarity to any HBV gene when subjected to BLAST analysis. Thirteen of the 15 isolates were identified as genotype E. Eleven of which were subtypeed as ayw4 while the remaining two could not be subtyped due to sR122Q/P substitutions. The last two isolates that could not be genotyped and subtyped had other mutations in the “a‟ determinant associated with IEMs.

Conclusions

This study confirmed presence and circulation of HBV IEM in Nigeria, the country's inclusion in the genotype E crescent, and the value of phylogenetic analysis in HBV identification.

DR. Moestopo

BIOGRAFI MAYJEN PROF. MOESTOPO

Mayor Jenderal Professor Moestopo (lahir di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, 13 Juli 1913 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 29 September 1986 pada umur 73 tahun) adalah seorang dokter gigi Indonesia, pejuang kemerdekaan, dan pendidik. Dia dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 9 November 2007.
Lahir di Kediri, Jawa Timur, Moestopo pindah ke Surabaya untuk menghadiri Sekolah Kedokteran Gigi di sana. Pada awalnya menjadi seorang praktisi, karyanya terputus pada tahun 1942 ketika Jepang menduduki Indonesia dan Moestopo ditangkap oleh Kempeitai untuk mencari mencurigakan. Setelah dibebaskan, ia menjadi dokter gigi untuk Jepang tapi akhirnya memutuskan untuk melatih sebagai seorang perwira tentara. Setelah lulus dengan pujian, Moestopo diberi komando PETA pasukan di Sidoarjo, ia kemudian dipromosikan menjadi komandan pasukan di Surabaya.
Sementara di Surabaya, selama Indonesia Revolusi Nasional Moestopo ditangani dengan pasukan ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Brigadir Walter Sothern Mallaby Aubertin. Ketika hubungan rusak dan Presiden Soekarno dipanggil ke Surabaya untuk memperbaiki mereka, Moestopo ditawari pekerjaan sebagai penasihat tapi ditolak. Selama perang ia menjabat beberapa posisi lainnya, termasuk memimpin satu skuadron tentara reguler, pencopet, dan pelacur untuk menyebarkan kebingungan di jajaran pasukan Belanda musuh. Setelah perang, Moestopo terus bekerja sebagai dokter gigi, dan pada tahun 1961 ia mendirikan Universitas Moestopo. Dia meninggal di Bandung pada tahun 1986.


Awal kehidupan dan kedokteran gigi


Moestopo lahir di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, Hindia Belanda pada tanggal 13 Juli 1913. Dia adalah anak keenam dari delapan bersaudara yang lahir Raden Koesoemowinoto. Setelah sekolah dasar nya, Moestopo pergi ke Sekolah Kedokteran Gigi (STOVIT) di Surabaya. Pendidikannya awalnya dibayar oleh saudara tuanya, Moestopo kemudian mengambil untuk menjual beras untuk mendapatkan jalan melalui universitas. Mengambil pendidikan lanjutan di lapangan di Surabaya dan Yogyakarta, pada tahun 1937 ia menjadi asisten dokter gigi di Surabaya. Dari 1941-1942, ia menjadi asisten direktur STOVIT.
Setelah perang, Moestopo pindah ke Jakarta, di mana dia menjabat sebagai Kepala Bagian Bedah Rahang di Rumah Sakit Angkatan Darat (sekarang RSPAD Gatot Subroto Militer). Pada tahun 1952, Moestopo mulai pelatihan dokter gigi lain di off waktu dari rumahnya, memberikan pelatihan dasar dalam kebersihan, gizi, dan anatomi. Sementara itu, ia berada di bawah pertimbangan untuk posisi Menteri Pertahanan untuk Wilopo Kabinet, tetapi akhirnya tidak dipilih, melainkan, ia memimpin serangkaian demonstrasi menentang sistem parlementer.
Moestopo diformalkan saja kedokteran gigi rumahnya pada tahun 1957, dan pada tahun 1958 - setelah pelatihan di Amerika Serikat - ia mendirikan Dr Moestopo Gigi College, yang ia terus mengembangkannya sampai menjadi sebuah universitas pada 15 Februari 1961. Pada tahun yang sama, ia menerima gelar doktor dari Universitas Indonesia.
Moestopo meninggal pada 29 September 1986 dan dimakamkan di Pemakaman Cikutra, Bandung.


Berikut adalah segelintir penghargaan yang beliau dapatkan, Dari Pemerintah Republik Indonesia.
1.Sebagai Pahlawan Nasional
2.Bintang Maha Putra Utama Republik Indonesia.
3.Bintang Gerilya
4.Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia.
5.Satya Lencana Kemerdekaan 1945 Republik Indonesia
6.Satya Lencana Prajurit Setia VII.
7.Satya Lencana Sapta Marga.
8.Satya Lencana Perang Kemerdekaan I.
9.Satya Lencana Perang Kemerdekaan II.
10.Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) I.
11.Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) II.
12.Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) III
13.Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) IV.
14.satya Lencana Dwidja Sistha dari Menhankam RI.
15.Satya Lencana Satya dari UNPAD.
16.Bintang Karya Bhakti dari UPDM(B)
17.Satya Lencana Badan Keamanan Rakyat.
Dari Luar Negeri.
1.Dari Pemerintah Yugoslavia : Yogoslavenska Narodna Armija (Non Blok)
2.Dari Pemerintah Jerman Barat : Um Internationale Fur Verdienste Partnershaft (Liberal).
Masyarakat Internasional : Lion International (dalam bidang sosial).

diary PPKMB day 1

Hari ini tanggal 28 agustus 2015 merupakan hari yang telah di nanti-nanti mahasiswa baru jurusan kesehatan masyarakat, yaitu kegiatan PKKMB(pengenalan kehidupa Kampus mahasiswa baru) di mana persiapan unutuk perlengkapan dan peralatan  para mahasiswa sudah di lakukan berhari-hariri sebelum hari H.

Pada pagi harinya kami mahasiswa kesehatan masyarakat mengikuti PKKMB(pengenalan kehidupa Kampus mahasiswa baru)fakultas terlebih dahulu ,lalu pada setelah ISOMA pada jam 12 kami berjalan ke gedung jurusan kesehatan masyarakat untuk mengikuti PKKMB(pengenalan kehidupa Kampus mahasiswa baru)jurusan, setelah sampai di gedung kesehatan masyarakat,kami di surug berbaris sambil menunggu teman-teman yang lainnya datang, karena bertepatan di hari jum’at maka mahasiswa laki-laki di arahkan untuk sholat jum’at terlebih dulu dan mahasiswi menjalankan sholat di dalam ruangan dan setelahnya ada sesi curhat kepada mbak pk tentang kesulitan kami selama mempersiapkan ospek jurusan ini,setelah semua selesai sholat, kami di perintahkan untuk menuju loby untuk makan siang bersama,kami di berikan 7 menit unutk menyelesaikan makan siang kami, dan kami harus menghabiskannya tanpa sisa,untuk saya memang sangatlah sulit unutk makan secepat itu,dan apabila makanan kita tidak habis maka kita harus memberikannya kepada teman kita dan apabila teman kita tidak bisa menghabiskna makanannya maka kita pun harus membantunnya.

Setelah makan,kami menuju lapangan unutuk upacara ceremony PKKMB(pengenalan kehidupa Kampus mahasiswa baru) jurusan, upacara berjalan hikmat dan lancar selama kurang lebih satu jam, setelah itu kamu perkelompok menuju ke dalam ruangan untuk menerma materi dari para dosen di selingi dengan games games dan jargon penyemangat dari para kakak kakak panitia yang baik hati dan tidak sombong hahahahah. Setelah itu tiba waktunya unutk sholat azhar dan kami pun sholat seperti tadi sholat zuhur yang di pimpin oleh mbak pk,setelah sholat kami kembali ke ruangan unutk mengikuti satu sesi materi dan satu sesi acara curhat mengenai kesehatan masyarakat.

Tiba di penghujung acara ya itu apel sebelum pulang, sebelum apel di mulai mas-mas dan mbak-mbak KOMDIS menannyakan siapa saja yang melanggar peraturan dan memarahi mahasiswa yang melanggarnya dan memberikan sanksi,setelah itu baru apel di mulai dan berjalan dengan lancar dan kami semua bisa pulang ke rumah……

kebijakan pemerintah tentang kesehatan ibu dan anak



Secara tradisional KIA adalah sebuah program vertikal yang diatur oleh kebijakan nasional. Sebagian besar kebijakan utama KIA adalah inisiatif nasional yang dipengaruhi oleh organisasi internasional seperti Bidan Desa, Membuat Kehamilan lebih Aman, dan Manajemen Terintegrasi dari Penyakit Masa Anak-anak, Kebijakan KIA adalah program yang sangat kuat di level pemerintah pusat, tetapi bukan termasuk yang penting di level pemerintah daerah.
Di pemerintah pusat, kekuatan kebijakan KIA sangat jelas. Program KIA dibahas dengan baik di Tindakan-tindakan Kesehatan, Rencana Jangka Menengah dan Jangka Panjang Pemerintah, Kebijakan Bappenas dan dokumen rencana strategis Kementrian Kesehatan. Di sisi lain, kelemahan kebijakan utama nasional juga jelas. Tidak ada rencana pendanaan KIA berdasarkan intervensi efektif dalam implementasi kebijakan. Sebagai hasilnya, implementasi kebijakan menjadi tidak efektif.

Strategi Pembangunan Kesehatan menuju indonesia sehat 2010 mengisyaratkan bahwa pembangunan kesehatan ditujukan pada upaya menyehatkan bangsa. Indikator keberhasilannya antara lain ditentukan oleh angka mortalitas dan morbiditas, angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Program kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Program ini bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan dan bayi neonatal. Salah satu tujuan program ini adalah menurunkan kematian dan kejadian sakit di kalangan ibu.

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Anak (AKB) masih tinggi yaitu, 307 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 35/1000 kh. Target yang ditetapkan untuk dicapai pada RPJM tahun 2009 untuk AKI adalah 226 per 100.000 kh dan AKB 26/1000 kh. Dengan demikian target tersebut merupakan tantangan yang cukup berat bagi program KIA.

Sebagaian besar penyebab kematian ibu secara tidak langsung (menurut survei Kesehatan Rumah Tangga 2001 sebesar 90%) adalah komplikasi yang terjadi pada saat persalinan dan segera setelah bersalin. Penyebab tersebut dikenal dengan Trias Klasik yaitu Pendarahan (28%), eklampsia (24%) dan infeksi (11%). Sedangkan penyebab tidak langsungnya antara lain adalah ibu hamil menderita Kurang Energi Kronis (KEK) 37%, anemia (HB kurang dari 11 gr%) 40%. Kejadian anemia pada ibu hamil ini akan meningkatkan resiko terjadinya kematian ibu dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia.


Selama kurun waktu 20 tahun angka kematian bayi (AKB) telah diturunkan secara tajam, namun AKB menurut SDKI 2002-2003 adalah 35 per 1000 KH. Angka tersebut masih tinggi dan saat ini mengalami penurunan secara lambat. Dalam Rencana Pembangunan jangka panjang Menengah Nasional (RPJMN) salah satu sasarannya adalah menurunkan AKB dari 35 1000 KH menjadi 26 per 1000 KH pada tahun 2009. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi terhadap masalah-masalah penyebab kematian bayi untuk mendukung upaya percepatan penurunan AKB di ndicator.





ppendapat saya pemerintahan seharusnya Memperbaiki akses pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dengan cara pemberian pelayanan antenatal yang optimal secara menyeluruh dan terpadu, peningkatan deteksi dini resiko tinggi baik pada ibu hamil maupun pada bayi di institusi pelayanan ANC maupun di masyarakat, disamping itu pengamatannya harus secara terus menerus.

 Dan berfungsinya mekanisme rujukan dari tingkat masyarakat dan puskesmas hingga rumah sakit tempat rujukan.
          Lalu,Adanya keseragaman dan persamaan persepsi tentang sistem pelaporan antara pengelola program kesehatan ibu dan anak yang berada di kabupaten/kota dengan pengelola yang ada di propinsi.
Mengingat keselamatan dan kesehatan ibu dan anak merupakan hal yang penting maka kiranya pemerintah lebih jelas lagi dalam mengatasi mesalah dan membuat kebijakannya.

Kamis, 27 Agustus 2015

Permasalahan KB di Indonesia

Permasalahan KB di Indonesia

KB atau yang disebut keluarga berencana adalah salah satu program pemerintah dalam bidang kesehatan masyarakat yang ditunjukkan untuk keluarga - keluarga Indonesia. Program ini ditunjukkan untuk pembatasan jumlah anak untuk membatasi jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat. KB (keluarga berencana) juga merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Banyak jenis – jenis KB yang terdapat di Indonesia misalnya seperti kontrasepsi tanpa alat (pil Kb ataupun pemotongan atau pengikatan saluran telur dan sperma) dan kontrasepsi dengan alat (spiral dan keluarga berencana) , KB juga terbukti aman untuk digunakan bila pemakai mengerti bagaimana cara menggunakan dan mengatur penggunaan KB tersebut, sehingga KB sangat aman dan bermanfaat bagi orang tua yang belum ingin memiliki anak ataupun menunda kehamilan tak terduga.
Tetapi, di Indonesia KB belum efektif digunakan oleh masyarakat di seluruh di Indonesia, terutama daerah – daerah di pelosok di Indonesia yang belum mengerti atau belum bisa mendapatkan KB, sedangkan di daerah pelosok atau di desa – desa masih menerapkan banyak anak, banyak rezeki.
Indonesia memang tidak mewajibkan semua penduduknya untuk harus mengikuti Program KB (keluarga berencana) ini. Namun, Indonesia hanya sebatas menganjurkannya tanpa aturan yang jelas. Oleh karena itu, Program ini kurang efektif untuk pengendalian jumlah penduduk sehingga jumlah penduduk indonesia masih meningkat pesat.
Hanya sebagian orang – orang yang sadar akan masalah kebaikan KB ini, banyak masyarakat yang belum mengetahui keuntungan dan kegunaan KB, sedangkan KB sangat berguna untuk menghambat pertumbuhan anak yang banyak dan tidak terkendali. Kurangnya penyuluhan dan pembelajaran tentang KB di Indonesia membuat masyarakat buta akan pengetahuan tentang KB tersebut.
Lalu bagaimanakah solusi yang tepat untuk mengatur dan menerapkan KB di Indonesia ? banyak solusi yang akan kita peroleh ntuk mengatasi persoalan berikut :
  1. Mengadakan penyuluhan
Mengadakan penyuluhan akan pengetauan KB di pelosok daerah – daerah di Indonesia maupun di desa – desa terpencil yang belum mengetahui manfaat dari KB, dengan mengadakan penyuluhan, masyarakat indonesia mengerti akan manfaat KB dan memiliki rasa kepedulian akan ekonomi mereka bila memiliki anak banyak.
  1. Memberikan promosi KB gratis
Pemerintah bisa mengadakan promosi KB gratis agar masyarakat tertarik dan mau melakukan KB. Dengan gratisnya KB masyarakat tidak perlu untuk mengeluarkan biaya, terutama bagi masyarakat yang memang tidak memiliki biaya untuk membeli alat KB yang mungkin bisa terbilag mahal bagi kalangan masyarakat kebawah.


  1. Menerapkan 2 anak lebih baik
Dengan menerapkan pemikiran positif tersebut masyarakat akan memiliki pemikiran yang baik dalam mengelola keluarga dan mengatur kehamilan maupun kelahiran seorang anak, dan mereka mengerti akan manfaat program KB tersebut dengan menerapkan memiliki 2 anak akan lebih baik untuk pembiayaan ekonomi dan kedepannya, sehingga biaya yang lain bisa digunakan untuk pembiayaan pendidikan maupun pembiayaan lainnya.

  1. Memberikan peraturan untuk membatasi kelahiran anak

Dengan memberikan peraturan tersebut, masyarakat akan mematuhi peraturan tersebut, dan menunda kehamilan atau mecegah kehamilan berikutnya, tetapi solusi ini hanya dapat digunakan bila masyarakat belum terlanjur memiliki anak lebih dari dua, bila sudah terlanjur memiliki anak lebihh dari dua, maka anak selanjutnya akan diberikan tunjangan biaya yang mahal atau yang disebut anak swasta yang tidak dapat pembiayaan dari pemerintah.

diary persiapan PKKMB

PKKMB adalah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru yang akan di adakan pada tanggal 27 agustus 2015 sampai 28 agustus 2015 ,PKKMB(pengenalan kehidupa Kampus mahasiswa baru) merupakan Ospek fakultas atau biasa di sebut mos pada masa SMP dan SMA ,saya telah terbiasa dalam menjalankan hala-hal semacam ospek ini,berbeda dengan waktu SMP dan SMA dulu,PKKMB(pengenalan kehidupa Kampus mahasiswa baru) merupakan perkenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru,namun ospek universitas ini lebih kepada bagaimana cara kita belajar di perkuliahan dan bagai mana menjadi mahasiswa/mahasiswi yang baik dan juga sopan kepada dosen.

Namun saya tidak fokus kepada persiapan PKKMB(pengenalan kehidupan Kampus mahasiswa baru),tenaga dan fikiran saya terkuras untuk mempersiapkan perlengkapan dan tugas OSMB(orientasi studi mahasiswa baru) atau di sebut juga ospek jurusan yang treasure nya lebih berat.setelah semua perlengkapan OSMB(orientasi studi mahasiswa baru) saya lalu siap siap untuk peralatan dan perlengkapan yang di perlukan untuk PKKMB(pengenalan kehidupa Kampus mahasiswa baru).

Di mulai dari mencuci baju kemeja puti,baju batik,rok hitam dan kerudung hitam yang akan di gunakan di hari H,setelah kering saya langsung menyetrikasemuanya dan merapikannya di meja untuk di kenakan besok,lalu saya menyiapkan sepatu serba hitam dan kaoskaki putih tidak lupa name tag untuk tanda pengenal yang aka saya kenakan di dada sebelah kiri ,lalu menyiapka almamater dan topi universitas jendral soedirman dan buku catatac beserta alat tulisnya yang akan saya masukan ke dalam tas. Setelah semuanya sudah siap saya lalu tidur. Dan ke seokan harinya sebelum berangkat saya membeli sarapan terlebih dahulu dan membeli air mineral untuk saya minum di acara PKKM nanti.


Alasan memilih Kesmas dan kontribusinya

Pada awalnya,tujuan saya adalah kedokteran dokter gigi namun setelah berkali kali gagal,takdir mengarahkan saya pada kesehatan masyarakat yang menjadi pilihan ke dua saya,awalnya saya agak ragu,namun saya sadar bahwa orang-orang yang menginginkan posisi saya ini sangatlah banyak.Akhirnya dengan rasa syukur kepada Allah saya mengambil kesehatan masyarakat di Universitas Jendral Soedirman.Dari awal minat saya memang di bidang kesehatan,Mahasiswa kesehatan diyakini memiliki peran yang sangat penting dalam menyambung tali kesehatan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang. Dan potensi peran yang besar ini bisa dijadikan semacam cambuk untuk bisa berperan sejak masih kuliah,jadi saya berusaha meyakinkan diri bahwa kesmas memang takdir saya.


Kesehatan masyarakat tidak kalah penting dengan dokter,jika seorang dokter mengobati seseorang maka seorang sarjana kesmas lah yang mencegah seseorang itu sakit,Mahasiswa Kesehatan Masyarakat memiliki satu tujuan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Sebagai Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, kita harus memahami materi kesehatan yang ada di Indonesia, dan memberikan informasi yang kita miliki kepada masyarakat. Dimana kesehatan masyarakat sangat menekankan pribahasa lama “Lebih baik Mencegah dari pada Mengobati”.Mahasiswa kesehatan masyarakat adalah mahasiswa yang mempelajari secara khusus mengenai pembangunan kesehatan masyarakat. Nama kesehatan masyarakat yang dibawa mahasiswa kesehatan masyarakat bukanlah sekedar nama, namun untuk dihayati perannya dan diingat bahwa pembelajaran yang kita lakukan memang secara langsung ditujukan bagi kepentingan masyarakat, dalam hal ini mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat.


Seorang mahasiswa kesehatan masyarakat adalah mahasiswa yang berjiwa sosial tinggi. Banyak peran langsung yang dapat dilakukan oleh mahasiswa kesehatan masyarakat, bahkan selama ia masih menjalani masa perkuliahan. Kualitas hidup masyarakat yang masih rendah menggerakan mahasiswa kesehatan masyarakat. Sifat-sifat peduli terhadap sesama dipupuk sejak dini dalam segala kegiatan sosial agar ketika terjun ke dalam kehidupan nyata nanti para mahasiswa sudah siap dan dapat  menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.


Kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah menjadi budaya adalah penyuluhan kesehatan bagi masyarakat dan kegiatan ini dapat dilakukan hingga ke pelosok desa. Kegiatan penyuluhan kesehatan di desa oleh mahasiswa sangatlah penting karena umumnya tingkat sanitasi di desa rendah. Informasi tentang peningkatan kesehatan juga masih dirasa kurang. Penyebab sulitnya informasi ini menyebar adalah akses ke desa yang sulit. Mahasiswa sebagai pemuda yang masih penuh semangat dan memiliki raga yang sehat diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah tersebut agar peningkatan kesehatan dapat terlaksana di seluruh lapisan masyarakat.


kontibusi yang akan saya lakukan sekarang sebagai mahasiswa di jurusan kesehatan masyarakat adalah memulai kehidupan sehat dari diri saya sendiri,seperti menjaga kesehatan.dan kontribusi saya di masa depan adalah dengan terjun langsung ke masyarakat luas seperti berupa penyuluhan, bakti sosial dan kegiatan social lainnya.saya ingin berguna untuk masyarakat disekitar dengan cara mensosialisasikan pentingnya kesehatan dan menyelesaikan problematika kesehatan di masyarakat sekitar dengan metode dan prisnsip ilmu yang didapat di perkuliahan. Dengan penyuluhan, saya berharap  rakyat akan tahu bagaimana penyakit itu jika terjadi di dalam tubuhnya, sehingga masyarakat bisa lebih dini dalam menangani kondisi penyakit yang masih ringan dalam tubuhnya. Sedangkan bagi yang belum mengetahui penyakit tersebut dapat mencegah penyakit dengan cara mengubah pola hidup yang selama ini ia lakukan. Dengan di adakannya penyuluhan dan kegiatan tersebut, saya sebagai mahasiswa juga merasa puas dan bangga karena ini merupakan tugas saya untuk menjaga kesehatan yang ada di masyarakat.